CIFOR-ICRAF berfokus pada tantangan-tantangan dan peluang lokal dalam memberikan solusi global untuk hutan, bentang alam, masyarakat, dan Bumi kita

Kami menyediakan bukti-bukti serta solusi untuk mentransformasikan bagaimana lahan dimanfaatkan dan makanan diproduksi: melindungi dan memperbaiki ekosistem, merespons iklim global, malnutrisi, keanekaragaman hayati dan krisis disertifikasi. Ringkasnya, kami berupaya untuk mendukung kehidupan yang lebih baik.

Découvrez les évènements passés et à venir dans le monde entier et en ligne, qu’ils soient organisés par le CIFOR-ICRAF ou auxquels participent nos chercheurs.

CIFOR-ICRAF menerbitkan lebih dari 750 publikasi setiap tahunnya mengenai agroforestri, hutan dan perubahan iklim, restorasi bentang alam, pemenuhan hak-hak, kebijakan hutan dan masih banyak lagi – juga tersedia dalam berbagai bahasa..

CIFOR-ICRAF berfokus pada tantangan-tantangan dan peluang lokal dalam memberikan solusi global untuk hutan, bentang alam, masyarakat, dan Bumi kita

Kami menyediakan bukti-bukti serta solusi untuk mentransformasikan bagaimana lahan dimanfaatkan dan makanan diproduksi: melindungi dan memperbaiki ekosistem, merespons iklim global, malnutrisi, keanekaragaman hayati dan krisis disertifikasi. Ringkasnya, kami berupaya untuk mendukung kehidupan yang lebih baik.

CIFOR–ICRAF publishes over 750 publications every year on agroforestry, forests and climate change, landscape restoration, rights, forest policy and much more – in multiple languages.

CIFOR–ICRAF addresses local challenges and opportunities while providing solutions to global problems for forests, landscapes, people and the planet.

We deliver actionable evidence and solutions to transform how land is used and how food is produced: conserving and restoring ecosystems, responding to the global climate, malnutrition, biodiversity and desertification crises. In short, improving people’s lives.

Chena cultivation in Sri Lanka: prospects for agroforestry interventions

Ekspor kutipan

Chena - also known as shifting, or slash-and-burn cultivation - is one of the oldest land-use systems in the tropics. In Sri Lanka, chena cultivation has been an integral part of the landscape and culture of indigenous groups for centuries (De Silva, 1981; Mahawamsa, undated; MFE, 1990). Chena cultivation remains today as an unnoticed but important form of land use that has evolved to suit the socioeconomic, cultural and ecological needs of the island's diverse communities and landscapes. The past popularity of the land-use system in Sri Lanka is illustrated by the use of the word chena in place-names: 549 in the Sinhala langiuage (for example, Ginigathhena, Gonahena, Henegama, Kotahena, Henemulla and Welihena) and 83 in Tamil (for example, Chenkatpaday, Chenakudirippu and Chenaiputimalay) (Gelbert, 1988).

Publikasi terkait